Sabtu, 11 Juli 2020

KD 3.1 Memahami konsep dasar sejarah (berpikir kronologis,diakronik, sinkronik,ruang dan waktu serta perubahan dan keberlanjutan) /SMK

A.     PENGERTIAN SEJARAH

Sejarah dalam berbagi bahasa memiliki beragam penyebutan. Namun secara umum peneliti sejarah berusaha mengetahui arti secara etimologi (bahasa) sejarah dari pemahaman beberapa bangsa. Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia (artinya "meng-usut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian"); bahasa Arab: تاريخ, tārīkh; bahasa Jerman: geschichte) adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.

Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah, sejarah, babad, hikayat, riwayat, tarikh, tawarik, tambo, atau histori dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة, šajaratun) yang artinya pohon. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan.

Peristiwa yang terjadi sebelum adanya catatan tertulis disebut Prasejarah atau praaksara. Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) secara harfiah berarti "sebelum sejarah", dari bahasa Latin untuk "sebelum," præ, dan historia. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Sumeria di Mesopotamia dan Mesir kuno, merupakan peradaban pertama yang mengenal tulisan, dan selalu diingat sebagai catatan sejarah; hal ini sudah terjadi selama awal Zaman Perunggu. Sebagian besar peradaban lainnya mencapai akhir prasejarah selama Zaman Besi.

Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.

Pengertian sejarah menurut para ahli

J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

Ibnu Khaldun (1332–1406)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

R. Moh. Ali

Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

  1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Sejarah sebagai ilmu harus membuktikan keobyektifan dan berlandaskan pada keberadaan serangkaian artefak, manuskrip, dokumen untuk membuktikan dan merekonstruksi peristiwa masa lalu. Sejarah bukanlah kenyataan yang dicampuradukkan. Sejarah sebagai ilmu adalah empiris , harus berdasarkan pengamatan, pengalaman, dan penafsiran.

Sejarah sebagai peristiwa dimana berhubungan dengan konsep waktu dan ruang dimana aspek kajiannya berhubungan dengan masa lalu atau sesuatu yang sudah terjadi sebelumnya

Sejarah sebagai seni berhubungan dengan rekonstruksi  dan penulisan sejarah itu sendiri.  Sejarah dikatakan sebagai seni karena sejarahwan membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, gaya bahasa dalam penulisan sejarah

 

B.     PENGERTIAN KRONOLOGIS

Kronologi adalah istilah yang artinya diambil dari bahasa Yunani chronos yang artinya waktu dan -logi yang artinya ilmu maka disimpulkan kronologi adalah ilmu yang mempelajari waktu atau sebuah kejadian pada waktu tertentu. Adapun kronologi digunakan dan bermanfaat pada sebuah kejadian baik kriminal maupun nonkriminal. Kronologi sering dipakai para badan hukum untuk mengetahui kapan dan persisnya suatu kejadian atau tindak pidana terjadi.

Dalam menganalisis suatu peristiwa sejarah yang dimaksud kronologis sendiri adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya. Dengan menggunakan pendekatan kronologis dalam penelitian sejarah, sejarawan dapat melakukan perbandingan dan melihat perkembangan sejarah kehidupan masyarakatnya dari jaman ke jaman berikutnya.

            Suatu peristiwa sejarah tidak bisa lepas dari peristiwa sebelumnya dan akan mempengaruhi peristiwa yang akan datang. Sehingga, berfikir secara diakronis haruslah dapat memberikan penjelasan secara kronologis dan kausalita.

 

C.      PENGERTIAN SINKRONIK DAN DIAKRONIK

Dalam penelitian sejarah, sejarawan harus melihat suatu peristiwa sesuai dengan konteks waktu. Sejarah dapat memanfaatkan ilmu-ilmu sosial dalam menganalisis suatu peristiwa  terutama untuk melihat perubahan dalam peristiwa tersebut

Sinkronik memiliki arti meluas dalam ruang akan tetapi memiliki batasan dalam waktu, biasanya metode sinkronik selalu digunakan terhadap ilmu-ilmu sosial. Kata Sinkronik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu kata “Syn” yang artinya “Dengan”, dan “Chronoss” yang artinya “Waktu”. Metode sinkronik lebih menekankan kepada struktur, yang artinya meluas dalam ruang. Sinkronik dapat menganalisa sesuatu saat tertentu, jadi tidak berusaha untuk menarik kesimpulan mengenai perkembangan suatu peristiwa yang berpengaruh pada kondisi saat ini, tapi hanya menganalisa suatu kondisi saat itu.

Jadi pengertian sinkronik adalah cara berfikir dalam mempelajari struktur suatu peristiwa pada sejarah, dalam kurun waktu tertentu. Atau dapat diartikan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu masa

Ciri-ciri sinkronik

  • Mempelajari peristiwa yang terjadi saat masa tertentu.
  • Dalam mempelajari peristiwa selalu memfokuskan terhadap pola-pola, gejala-gejala dan karakter.
  • Tidak mempunyai konsep perbandingan.
  • Memiliki jangkauan yang lebih sempit.
  • Mempelajari secara mendalam.
  • Kajiannya yang sistematis.
  • Sifatnya horizontal.

Diakronik aslinya berasal dari bahasa latin yaitu "Dia" yang artinya Melalui/Melampaui dan "Chronicus" yang artinya Waktu. Diakronik artinya  Memanjang dalam waktu tetapi menyempit dalam ruang . Berpikir diakronik disebut juga berpikir kronologis, berbeda dengan berpikir sinkronik, berpikir diakronik itu, kita menganalisa suatu peristiwa dari awal mula peristiwa itu terjadi hingga akhir dari peristiwa itu. Contohnya menjelaskan tentang pertempuran 5 hari di Semarang mulai dari awal mula kenapa peristiwa itu terjadi sampai akhir atau menceritakan tentang kisah hidup seseorang sejak dilahirkan hingga saat ini. Jadi dengan berpikir secara diakronik/kronologis kita dapat mempelajari proses dari suatu peristiwa bersejarah.

Adapula ciri-ciri berpikir Diakronik :

  1. Bersifat vertikal. (menjelaskan proses suatu peristiwa dari awal hingga akhir)
  2. Cakupan kajian jauh lebih luas.
  3. Terdapat konsep perbandingan.
  4. Memiliki sifat historis/komparatif.
  5. Mengkaji masa yang satu dan yang lain.

 

D.     PEMBABAKAN ATAU PERIODESASI SEJARAH DI INDONESIA.

Sejarah memiliki dua dimensi yaitu dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo (time) yaitu proses kelangsungan suatu peristiwa dan waktu merupakan kesatuan dari kelangsungan tiga dimensi yaitu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Pengertian periodisasi sejarah berkaitan erat dengan pembagian masa lampau manusia berdasarkan urutan waktu (Periodisasi=Pembabakan waktu). Periodisasi adalah pembabakan waktu yang berurutan sesuai dengan waktu kejadian. Periodisasi dalam sejarah adalah tingkat perkembangan masa dalam sejarah.

Pentingnya periodisasi dalam sejarah yaitu:

1.      Memudahkan sistematika penulisan sejarah.

2.      Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.

3.      Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah.

4.      Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah

 

Dasar Pembabakan Sejarah (Dimensi spasial, temporal dan tematis)

1.      Spasial Berkaitan dengan ruang, dalam hal penulisan sejarah berkaitan dengan tempat berlangsungnya peristiwa sejarah.

2.      Temporal Berkaitan dengan waktu, yaitu kapan peristiwa sejarah itu terjadi. Dalam kaitannya dengan waktu tentu ada awal dan akhir dari suatu peristiwa sejarah.

3.      Tematis Berkaitan dengan tema atau topik dari suatu peristiwa sejarah. Sebagai contohnya mengenai topik sejarah perjuangan kemerdekaan, sejarah pemerintahan orde lama, atau sejarah pemerintahan orde baru.

Contoh Macam-macam Pembabakan Sejarah

Pembabakan Sejarah dibedakan menjadi dua yaitu:

1.      Jaman Prasejarah

A.      Geologi , Terdiri Dari:

1.      Arkaekum

2.      Paleozoikum

3.      Mesozoikum

4.      Neozoikum

B.      Arkeologi, Terdiri Dari:

1.      Zaman Batu.

a.       Zaman Batu Tua (Paleolitikum).

b.      Zaman Batu Tengah (Mesolitikum).

c.       Zaman Batu Baru (Neolitikum)

d.      Zaman Batu Besar ( Megalithikum)

2.      Zaman Logam

 

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari.

Kalender Masehi atau Anno Domini (AD) dalam bahasa Inggris disebut kalender Julian dan Gregorian. Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus/Isa dari Nazaret. Masehi dihitung sejak hari tersebut, sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM.

Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti "yang membasuh," "mengusap" atau "membelai." (lihat pula Al-Masih). Dalam bahasa Latin penanggalan ini disebut "Anno Domini" (disingkat AD yang berarti "Tahun Tuhan") yang dipakai luas di dunia. Sedangkan waktu sebelum tahun 1 dipakai istilah "Before Christ" yang disingkat BC (artinya sebelum kelahiran Kristus). kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat.

 

 

Ringkasan

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة, šajaratun) yang artinya pohon.

Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah, sejarah, babad, hikayat, riwayat, tarikh, tawarik, tambo, atau histori dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Peristiwa yang terjadi sebelum adanya catatan tertulis disebut Prasejarah atau praaksara. Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) secara harfiah berarti "sebelum sejarah", dari bahasa Latin untuk "sebelum," præ, dan historia.

kronologis sendiri adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya.

sinkronik adalah cara berfikir dalam mempelajari struktur suatu peristiwa pada sejarah, dalam kurun waktu tertentu. Atau dapat diartikan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu masa

Berpikir diakronik adalah menganalisa suatu peristiwa dari awal mula peristiwa itu terjadi hingga akhir dari peristiwa itu.

Periodisasi adalah pembabakan waktu yang berurutan sesuai dengan waktu kejadian. Periodisasi dalam sejarah adalah tingkat perkembangan masa dalam sejarah.


E.      Tugas

Jawablah pertanyaan berikut :

1.   Setelah memahami materi tentang pengertian sejarah di atas, tulislah pengertian sejarah menurut pendapatmu ?.

2.      Jelaskan salah satu pengertian sejarah menurut ahli yang kamu ketahui ?.

3.      Tulislah pengertian sinkronik dan pengertian diakronik ?.

4.      Apa yang dimaksud dengan pembabakan atau periodesasi sejarah ?.

5.      Buatlah silsilah keluarga mu, baik dari keluarga ibu, maupun ayah ?.

 Tugas di kirim ke google class room,,,, nanti link dibagikan di grup kelas.

email : irwansetiawan81@gmail.com 

Tidak ada komentar: