Jumat, 17 Juli 2020

KD 3.2. MANUSIA DAN HASIL-HASIL BUDAYA MASYARAKAT PRA AKSARA INDONESIA (untuk 2 pertemuan)

BAB II. MANUSIA DAN HASIL-HASIL BUDAYA

MASYARAKAT PRA AKSARA INDONESIA

 

Kompetensi Dasar

3.2 Menganalisis kehidupan manusia dan hasil-hasil budaya  masyarakat Pra Aksara Indonesia.

4.2 Menyajikan informasi mengenai manusia dan hasil-hasil budaya khususnya  masyarakat Pra Aksara Indonesia.

Indikator Pencapaian Kompetensi

1.      Menjelaskan pola hidup manusia praaksara

2.  Mendeskripsikan Perubahan pola kehidupan berburu dan meramu manusia praaksara.

3.      Menjelaskan Nama dan bentuk peninggalan manusia purba di Indonesia.

4.      Menyebutkan peninggalan budaya manusia purba di Sumatera Barat.

Materi Pembelajaran

1.      Pola Kehidupan Manusia Purba di Indonesia.

2.       Peninggalan budaya Manusia Purba di Indonesia.


MATERI

A.     MACAM-MACAM PEMBABAKAN SEJARAH

Pembabakan Sejarah dibedakan menjadi dua yaitu:

1.                  Zaman Pra Aksara / Prasejarah

Pembabakan ini merupakan pembabakan pada zaman manusia belum mengenal tulisan. Sebagai contohnya akan dijelaskan di bawah ini; Pembabakan Jaman Prasejarah berdasarkan:

A.                  GEOLOGI , terdiri dari:

1.                 Arkaekum

Jaman tertua, zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.

B.                 Paleozoikum

Jaman primer atau jaman hidup tua, jaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada jaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.

C.                  Mesozoikum

Jaman sekunder atau jaman hidup pertengahan. Jaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada jaman pertengahan jenis reptil mencapai tingkat yang terbesar, sehingga pada jaman ini sering disebut juga dengan jaman reptil. Setelah berakhirnya jaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.

 

D.                 Neozoikum

Jaman hidup baru, jaman ini dibedakan menjadi dua jaman, yaitu:

1.                  Tersier atau jaman ketiga,

Jaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari jaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primata, contohnya kera.

2.                  Kuartier atau jaman keempat,

Jaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan jaman terpenting. Dan jaman ini dibagi lagi menjadi dua jaman yaitu yang disebut dengan jaman Pleistocen dan Holocen. Jaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba. Jaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada jaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.

b.      ARKEOLOGI, terdiri dari:

1. Zaman Batu.

A. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Zaman ini berlangsung kurang lebih 600.000 tahun. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sangat lambat akibatnya keadaan alam yang masih sangat labil dan liar. Alat-alat yang di gunakan pada zaman ini masih sangat kasar sebab teknik pembuatannya masih sangat sederhana.  Berdasarkan tempat penemuannya, hasi-hasil kebudayaan zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan ngandong dan pacitan. Contoh hasil kebudayaannya:

Kebudayaan Ngandong : Kapak Genggam, alat dari tulang, dan alat serpih (flake)

Kebudayaan Pacitan : Kapak Gengam, Kapak Perimbas, dan alat serpih

Apabila dilihat dari cara hidupnya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus.

B. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)

Pada zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).

C. Zaman Batu Baru (Neolitikum)

Perkembangan kebudayaan pada zaman batu muda ini sudah sangat maju daripada zaman-zaman sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya migrasi secara bergelombang penduduk proto melayu dari Yunnan, Cina Selatan ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Adanya migrasi ini membawa kebudayaan kapak persegi. Menurut R. Soekmono, kebudayaan Neolithikum sebagai dasar kebudayaan Indonesia sekarang. Alat-alat yang digunakan sudah sangat halus pembuatannya karena mereka sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas). Hasil kebudayaannya antara lain kapak persegi dan kapak lonjong.

D. Zaman Batu Besar ( Megalithikum)

Kebudayaan Megalithikum adalah kebudayaan yang utamanya menghasilkan bangunan-bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar dan masif. Bangunan Megalithik ini digunakan sebagai sarana pemujaan dan penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Kebudayaan ini muncul pada zaman Neolithikum dan berkembang luas pada zaman logam.

Hasil-hasil terpenting dari kebudayaan Megalithikum salah satunya adalah Menhir, yaitu tiang atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat. Menhir ini biasanya digunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal dan sebagai tempat menampung kedatangan roh. Banyak ditemukan di Pasemah, Sumatra Selatan.

2). Zaman Logam

Pada zaman ini penduduk di Nusantara telah mampu mengolah dan melebur logam. Kepandaian ini diperoleh setelah menerima pengaruh dari kebudayaan Dongson (Vietnam). Hasil-hasil kebudayaan dari zaman logam berupa nekara, kapak corong, candrasa,bejana perunggu, arca-arca, gerabah dan benda-benda dari besi.

 

B.               MANUSIA PURBA

 

Manusia purba atau manusia prasejarah adalah manusia yang hidup pada jutaan tahun yang lalu. Secara umum, manusia purba merupakan manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Karakteristik yang menonjol dari manusia purba adalah mereka hidup secara nomaden atau hidup berpindah tempat. Hal itu karena mereka masih hidup yang sangat bergantung dari sumber daya alam. Saat sumber daya alam di kawasan sekitar mereka sudah habis atau sulit ditemukan, maka mereka akan berpindah ke wilayah lain. Mereka hidup secara berkelompok sehingga mereka akan mencari tempat yang baru secara bersama.

Selain dari letak geografis yang membedakan jenis-jenis manusia purba, perubahan zaman juga memengaruhi.

 

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia

Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia diidentifikasi berdasarkan penemuan fosil di beberapa wilayah seperti Mojokerto, Ngandong, Solo, Pacitan dan Sangiran. Sebenarnya penemuan manusia purba di Indonesia sudah ada lama sejak abad ke 18.

 Beberapa jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di wilayah Indonesia.

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Jenis manusia purba ini ditemukan pada sekitar tahun 1936 di kawasan Sangiran. Megan=besar, Tropus=manusia, Paleo=Tertua, Javanicus=dari Jawa. Jenis manusia ini diperkirakan hidup sekitar satu hingga dua juta tahun yang lalu. Fosil dari manusia Meganthropus ini adalah manusia yang memiliki tubuh tinggi yang ditemukan oleh arkeolog asal Belanda, Van Koenigswald.

Ciri-ciri dari manusia purba ini memiliki tulang pipi yang tebal, otot rahang kuat, bentuk tubuh yang tegap, tulang kening yang menonjol, tak memiliki dagu serta memiliki bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang tajam.


2. Pithecanthropus Erectus

Jenis-jenis manusia purba selanjutnya adalah Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan hidup di Indonesia pada satu hingga dua juta tahun yang lalu. Fosil pertamanya ditemukan pada fosil bagian geraham di daerah Lembah Bengawan Solo, daerah Trinil. Penemunya ialah Eugene Dubois tahun 1890.

Pithecanthropus Erectus memiliki ciri – ciri tengkuk dan geraham (gigi) yang kuat, tubuhnya belum tegap sempurna, hidungnya tebal, dahinya lebih menonjol dan lebar, rata-rata tingginya 165 cm sampai 180 cm. Memiliki otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc. Pithecan=kera, Tropus=manusia, Erectus=Berdiri tegak.               

3. Pithecanthropus Soloensis

Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah Ngandong, Solo. Diberi nama Pithecanthropus Soloensis karena ditemukan di Solo. Ciri-ciri manusia purba ini yaitu memiliki tulang belakang menonjol, rahang bawah yang kuat, hidungnya lebar dan tulang pipi yang kuat serta menonjol.

Pithecanthropus Soloeinsis memiliki perkiraan tinggi sekitar 165 hingga 180 cm. Ia adalah pemakan tumbuhan dan kerap juga berburu hewan untuk dijadikan santapan. Fosilnya ditemukan sekitar tahun 1931 hingga 1933 oleh Openorth dan Van Koenigswald.

4. Pithecanthropus Mojokertensis

Tak hanya di Solo, di daerah Mojokerto juga ditemukan fosil manusia purba. Van Koenigswald kembali menemukan fosil pada tahun 1939 di Mojokerto, Jawa Timur. Pertama kali ia menemukan fosil manusia purba yang diperkirakan masih berusia 6 tahun. Lalu tahun 1936, Widenreich menemukan fosil lagi di kota yang sama.

Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis yaitu memiliki tulang tengkorak yang tebal, tingginya sekitar 165 sampai 180 cm, tak memiliki dagu dan memiliki badan tegap. Saat penemuan, fosil Pithecanthropus Mojokertensis hancur saat sedang proses penggalian.

5. Homo Floresiensis

Menggunakan sebutan ‘homo’ karena pada manusia purba ini telah memiliki kebiasaan yang hampir mirip dengan manusia modern saat ini. Mereka telah mengerti berbagai kegiatan dan disebut juga sebagai mahkluk ekonomi.

Homo Floresiensis ditemukan di Pulau Flores Nusa Tengara dan diperkirakan hidup 12 ribu tahun yang lalu. Jenis manusia purba ini telah mampu hidup berdampingan dengan jenis-jenis manusia purba lainnya. Ciri-ciri manusia purba ini hanya memiliki tinggi badan satu meter, bentuk dahinya sempit dan tak menonjol, tulang rahangnya menonjol, volume otak 380 cc serta tengkorak kepalanya yang kecil.


6. Homo Wajakensis

Manusia purba Homo Wajakensis hidup di zaman yang lebih modern dari sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan penemuan peralatan yang bersamaan dengan fosil ini. Eugene Dubois menemukan fosil Homo Wajakensis di daerah Campur Darat Tulungagung Jawa Timur.

Ciri-cirinya ia memiliki bentuk wajah dan hidung datar dan lebar, tulang pipinya menonjol ke samping, letak hidung dan mulut sedikit jauh, tinggi 130 sampai 210 cm dan mampu berjalan tegap.


7. Homo Soloensis

Selain Pitecanthropus (manusia kera), di Solo juga ditemukan fosil Homo Soloensis. Dikategorikan ‘homo’ karena manusia purba ini tergolong lebih cerdas. Weidenrich dan Koenigswald menemukannya tahun 1931. Mereka diperkirakan hidup sekitar 300.000 sampai 900.000 tahun yang lalu.

Ciri-ciri manusia purba ini memiliki volume otak 1000cc hingaa 1300 cc, tinggi badannya mencapai 130 hingga 210 cm, tubuhnya tegap dan memiliki struktur tulang wajah yang tidak mirip dengan manusia kera. 

8. Homo Sapiens

Pasti kalian sudah tak asing dengan nama manusia purba satu ini. Jenis manusia purba ini adalah jenis manusia purba yang usianya paling muda ditemukan dan mendekati seperti manusia modern saat ini.

 

Ia telah mengenal kehidupan sosial dan berpikir cerdas. Bentuknya juga mirip dengan manusia seperti bentuk tengkuk yang sudah kecil, tulang wajah tidak menonjol, memiliki dagu dan tulang rahang yang tidak terlalu kuat dan volume otak antara 1000 sampai 1200 cc.


Tahapan Penciptaan Manusia Menurut Agama Islam

Di dalam Al Quran proses penciptaan manusia terjadi dengan dua tahapan yang berbeda. Tahapan pertama adalah tahapan primordial dan tahapan kedua adalah tahapan biologi.

  1. Tahapan Primordial

Tahapan Pertama adalah saat manusia pertama diciptakan pertama kali dari saripati tanah dan diberikan ruh hingga bentuk yang seindah-indahnya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat berikut :

  • QS Al An’am (6) : 2

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

  • QS Al-Hijr (15) : 28

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Di dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari bahan dasar tanah yang kemudian dengan kekuasaan dan hukum-hukumnya dibentuk rupa dan beragam fungsi dari fisik yang ada dalam tubuh manusia. Hal ini tentunya dilakukan Allah pada manusia pertama yaitu Nabi Adam SAW. Hingga setelah itu ada proses penciptaan manusia berupa hukum biologis.

  1. Tahapan Biologi

Tahapan biologi adalah sunnatullah atau hukum Allah melalui proses biologis yang terdapat dalam fisik atau tubuh manusia beserta segala perangkatnya. Proses biologi ini membedakan hakikat manusia menurut islam dengan makhluk lainnya yang tidak memiliki ruh dan akal untuk mengambil keputusan saat dewasanya. Proses tersebut adalah sebagai berikut :

  • Rahim (tersimpan dalam tempat yang kokoh)
  • Nuthfah (inti sari tanah yang dijadikan air mani)
  • Alaqah (darah yang beku menggantung di rahim)
  • Mudgah (Segumpal daging dan dibalut dengan tulang belulang)
  • Ditiupkan ruh

Allah SWT juga menjelaskan tentang proses penciptaan manusia secara runtut. Misalnya dalam QS. Al-Mu’minun : 12-14 :

(12) Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (13)Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”

Tugas 1. Buatlah ringkasan materi di atas di buku catatan masing-masing sebagai tugas awal pertemuan KD 3.2 (Pertemuan 3).




C.      HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN-ZAMAN PRA-SEJARAH

 

1.     Zaman paleotikum ( Zaman Batu Tua )

1. Kapak genggam (chopper) atau kapak parimbas

Kapak genggam (chopper)/ Kapak Parimbas. Kapak genggam ini ditemukan di Pacitan, Parigi (Sulawesi), Gombong, Sukabumi, dan Lahat. Di Ngandong di temukan batu-batu indah yang disebut chalcedon dan alat-alat dari tulang ( bone culture). Alat-alat tersebut ditemukan pada lapisan Pleistosen atas. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).


 
Chopper merupakan salah satu jenis kapak genggam yang berfungsi sebagai alat penetak. Hasil kebudayaan ini banyak ditemukan di wilayah Indonesia, terutama di Sangiran (Jawa Tengah) dan Cebbenge (Sulawesi Selatan). Fungsinya untuk mengorek ubi atau keladi di dalam tanah serta buat menangkap ikan fungsinya untuk mengorek ubi atau keladi di dalam tanah serta buat menangkap ikan.

2.      Flakes ( alat serpih )

Alat serpih. Merupakan alat-alat yang terbuat dari batu pipih yang diasah dan berukuran lebih kecil dari kapak genggam, berfungsi sebagai alat untuk penusuk ataupun sebagai pisau.

Hasil kebudayaan ini banyak ditemukan di wilayah Indonesia, terutama di Sangiran (Jawa Tengah) dan Cebbenge (Sulawesi Selatan). Fungsinya untuk menguliti hewan buruan, mengiris daging buruan mengiris daging atau memotong umbi-umbian. Jadi fungsinya seperti pisau pada masa sekarang. Jenis Flake : Gurdi (untuk memotong), Pisau (untuk memotong), Tombak (untuk menombak).


Alat-alat tulang dan tanduk Rusa Fungsinya : untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah- menangkap ikan.

2. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

1.      Kapak Sumatra (peble) = Sumateralith

Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan Pebble / kapak Sumatra. Bentuk peble dapat dikatakan sudah cukup sempurna dan buatannya agak halus .Hal ini membuktikan bahwa alat-alat pada zaman mesolithikum merupakn pengembangan dari alat-alat zaman paleolithikum, dimana cara pembuatannya lebih baik dan lebih halus dari zaman paleolithikum.

2.      Flakes (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.

3.      Ujung mata panah,

4.      Batu penggilingan (pipisan),

5.      Kapak.

6.      Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,

Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

7.      Kjokkenmoddinger (Sampah Dapur) Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Tahun 1925 Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum).

8.      Pebble (kapak genggam Sumatera = Sumateralith)

Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya menemukan kapak genggam. Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble/kapak genggam Sumatra (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu dipulau Sumatra. Bahan-bahan untuk membuat kapak tersebut berasal batu kali yang di pecah-pecah.

9.      Hachecourt (kapak pendek)

Selain pebble yang yang diketemukan dalambukit kerang, juga ditemukan sejenis kapak tetapi bentuknya pendek (setengah lingkaran) yang disebut dengan hachecourt/kapak pendek. Cara penggunaannya dengan menggenggam.

10.  Pipisan


Selain kapak-kapak yang ditemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya. Batu pipisan selain dipergunakan untuk menggiling makanan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah. Bahan cat merah berasal dari tanah merah. Cat merah diperkirakan digunakan untuk keperluan religius dan untuk ilmu sihir.

1.      Pahat segi panjang

Daerah asal kebudayaan pahat segi panjang ini meliputi Tiongkok Tengah, daerah Hindia Belakang sampai ke daerah sungai gangga di India, selanjutnya sebagian besar dari Indonesia, kepulauan Philipina Formosa, kepulauan Kuril dan Jepang.

2.      Kapak persegi

Misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untukmengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali,Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
Kapak Persegi Ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul.

Ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

3.        Kapak bahu

Kapak Bahu sama seperti kapak persegi ,hanya di bagianyang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukandi Minahasa Fungsi: Sebagai cangkul/pacul.

4.      Kapak lonjong

Banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak. Fungsi untuk pacul /cangkul. 

 

4. Megalithikum (zaman batu besar )

Kebudayaan Megalithikum adalah: Kebudayaan yang utamanya menghasilkan bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar. Muncul pada zaman Neolithikum & berkembang pada masa logam. Merupakan perkembangan budaya neolithikum.

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :

A.      Menhir. Fungsi sebagai tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang.


B.      Dolmen atau Stonehenge, adalah meja batu, Fungsi:

a.       Sebagai tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang,

b.      Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

C.      Sarkofagus atau keranda

Sarkofagus atau keranda yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup. Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.
Fungsi:

Tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya. Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.


D.     Kubur Batu/Peti Mati

Kubur Batu/Peti Mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain. Fungsi: - tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya 

E.      Punden Berundak

Fungsi: Bangunan batu berundak-undak (bertingkat-tingkat) sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.

F.      Arca Batu.

Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah. Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur

D.     Tugas 2. Untuk pertemuan 4.

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut di buku catatan/latihan :

1.       Jelaskan 2 diantara pembagian zaman menurut kajian geologi berikut : Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum ?.

2.       Jelaskan 2 diantara istilah berikut : a. Peleolitihikum, b. Mesolitikum, c. Neolithikum, d. Megalithikum ?.

3.       Banyak manusia purba yang ditemukan di Indonesia jelaskan 2 diantaranya : Megantropus Paleo Javanicus, Pithcentropus Robustus,  Homo Florensis, Homo Wajakensis ?.

4.       Apa yang dimaksud dengan , Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Arca Batu ?.

5.       Carilah informasi tentang peninggalan zaman batu di Sumatera Barat (cari informasi di internet, koran), buat penjelasan tentang peninggalan peninggalan tersebut ?.

Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

“Katakanlah, ‘Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kalian. (Tatapi) sedikit sekali kalian bersyukur” (QS. Al-Mulk: 23).

Ayat diatas adalah mengenai bagaimana hakikat penciptaan manusia, Allah menciptakan dan memberikannya anugerak fisik dan hati nurani. Al-Quran mengatakan bahwa manusia adalah hasil ciptaan Allah dan anugerah yang diberikan kepada manusia sangatlah banyak sekali.

Al-Quran sebagai kitab suci umat islam tidak hanya berbicara mengenai petunjuk praktis dan prinsip kehidupan umat manusia, namun berbicara juga mengenai proses penciptaan manusia. Beberapa pandangan ilmuwan menyatakan bahwa manusia bukan berasal dari penciptaan melainkan proses alamiah dan revolusi. Untuk itu, islam memiliki kitab suci Al Quran untuk menjelaskan bagaimana proses penciptaan manusia mulai dari hanya setitik air yang hina hingga berkembang secara kompleks.

Zaman Sejarah

Pembabakan ini merupakan pembabakan sejarah pada masa manusia sudah mengenal tulisan. Sebagai contohnya :

“Pembabakan Sejarah Indonesia”

A. Zaman Kuno

1. Kerajaan-kerajaan tertua

Kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia antara lain meliputi : 

5.      Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan ini terletak di wilayah Jawa Barat. Sumber Sejarah dari kerajaan ini adalah berupa prasasti antara lain Prasasti Ciaterum, Kebon Kopi, Jambu, Muara dan Tugu. Sedangkan dari sumber asing berasal dari berita Cina dari Jaman Dinasti T’ang yang mengatakan bahwa di Pantai Utara Jawa bagian barat telah ditemukan masyarakat yang telah mendapat pengaruh Hindu.

6.      Kerajaan Holing

Lokasi kerajaan ini hingga kini belum dapat dipastikan letaknya. Salah satu sumber sejarah yang menyatakan keberadaan kerajaan ini adalah berita Cina yang berasal dari Pendeta I-tsing yang menyatakan bahwa seorang temannya yang bernama Hui-Ning dengan pembantunya Yuki pergi ke Holing pada tahun 664/665 M untuk mempelajari agama Buddha.

7.      Sriwijaya (dari abad VII sampai abad ke XIII atau XV)

Kerajaan ini terletak dekat dengan selat Malaka. Sumber sejarah mengenai kerajaan ini berasal dari seumber asing dan sumber dalam negeri. Sumber asing salah satunya adalah berasal dari berita Arab yang mengatakan bahwa banyak pedagang Arab yang melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan berita dalam negeri salah satunya adalah Prasasti Kedukan Bukit 648 M, yang mengatakan bahwa Raja Sriwijaya bernama Dapunta Hyang.

8.      Majapahit ( dari abad IV sampai abad XV)

Kerjajaan ini terletak di Jawa Timur, adapun sumber sejarah yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini adalah Prasasti Butak 1294 M, yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah naik tahta. Prasasti ini memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan.

b). Zaman Baru

1. Aceh, Mataram, Makasar, Ternate/Tidore (Sejak Abad XVI)

2. Perlawanan Terhadap Imperalisme Barat (Abad XIX)

Perlawanan terhadap bangsa asing dilakukan ketika terjadi penetrasi dan masuknya bangsa asing mulai dari Portugis dan bangsa Belanda. Perlawanan terhadap bangsa Portugis sebagai contohnya dilakukan oleh Sultan Baabdullah di Ternate pada tahun 1575. Pada awalnya Belanda masuk ke Indonesia melalui perusahaan dangannya yang bernama VOC pada masa hubungan yang terjalin adalah hubungan perdangaan, namun sejak dibubarkannya VOC pada tahun 1799, daerah Indonesia diserahkan kepada Pemerintahan Kerajaan Belanda, pada masa ini Belanda mulai menanamkan politknya untuk menguasai Indonesia. Beberapa bentuk peralwanan terhadap Belanda adalah sebagai berikut :

  •  Perlawanan Sultan Nuku di Tidore 1797-1885
  •  Perlawanan Patimura 1817
  •  Perang Padri 1821-1837
  •  Perang Diponegoro 1825-1830

3. Pergerakan Nasional (Abad XX)

Pada era ini muncul kesadaran untuk merebut kemerdekaan melalui gerakan-gerakan nasionalisme, setalah selama bertahun-tahun dikekang oleh penindasan, pemerasan, perampokan, pemerkosaan ataas hak hidup secara materiil dan moril. Dengan adanya kesadaran ini kemudian melahirkan berbagai organisasi pergerakan kebangsaan antara lain :

  • Budi Utomo (BU)

Organisasin ini didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Tujuan dari pergerakan BU adalah menjamin dan mempertahankan kehidupan sebagai suatu bangsa yang terhormat.

  •  Perhimpunan Indonesia

Organisasi ini didirikan oleh para pemuda Indonesia yang berada di negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi ini merupakan oraganisasi yang paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri.

4. Republik Indonesia (Sejak 1945)

Periode ini merupakan periode mendekati kemerdekaan Indonesia. Bermula dengan terdesaknya kedudukan Jepang dalam Perang Pasifik, karena Pulau Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat bulan Juli 1944. hal tersebut merupakan ancaman langsung bagi Jepang, dengan terdesaknya Japang, maka pada tanggal 9 September 1944 Perdana Menteri Koiso memberikan janji kemerdekaan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik makin nampak pada tanggal 1 Maret 1945, dengan dibentuknya BPUPKI. Pada masa jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu, mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh bangsa untuk memeprsiapkan kemerdekaan. Namun dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua, sehingga berujung pada peristiwa Rengasdengklok. Namun setelah terjadi kespakatan dan Presiden dibebaskan dari Rengasdengklok maka dimulai perumusan teks proklamasi di rumah Maeyda. Proklamasi kemudian dikumandangkan pada 17-08-1945.

 

5. Reformasi (Sejak 1998)

Gerakan reformasi ini terjadi pada tahun 1998, yang merupakan gerakan pembaharuan dan perubahan terutama perbaikan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum. Gerakan reformasi ini ditujukan kepada Pemerintahan Orde Baru, karena Orde tersebut dinilai tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Adapun agenda dari reformasi tersebut :

  • Adili Soeharto dan Kroni-kroninya
  •  Amandemen UUD 1945
  •  Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
  •  Otonomi daerah yang seluas-luasnya
  •  Supremasi Hukum
  •  Pemerintahan yang bersih dari KKN

Melalui gerakan reformasi ini pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10:00 Wib di Istana Negara, Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri dan menunjuk B.J. Habibe untuk menggantikannya sebagai presiden.

 

 

Tidak ada komentar: