BAB II. MANUSIA DAN HASIL-HASIL BUDAYA
MASYARAKAT PRA AKSARA INDONESIA
Kompetensi
Dasar
3.2 Menganalisis kehidupan manusia dan hasil-hasil
budaya masyarakat Pra Aksara Indonesia.
4.2 Menyajikan informasi mengenai
manusia dan hasil-hasil budaya khususnya
masyarakat Pra Aksara Indonesia.
Indikator
Pencapaian Kompetensi
1.
Menjelaskan pola hidup manusia praaksara
2. Mendeskripsikan Perubahan pola kehidupan berburu dan meramu manusia
praaksara.
3.
Menjelaskan Nama dan bentuk peninggalan manusia purba di Indonesia.
4.
Menyebutkan peninggalan budaya manusia purba di Sumatera Barat.
Materi
Pembelajaran
1.
Pola Kehidupan Manusia Purba di
Indonesia.
2. Peninggalan budaya Manusia Purba di Indonesia.
MATERI
A. MACAM-MACAM
PEMBABAKAN SEJARAH
Pembabakan Sejarah dibedakan
menjadi dua yaitu:
1.
Zaman Pra Aksara / Prasejarah
Pembabakan ini merupakan pembabakan pada zaman manusia
belum mengenal tulisan. Sebagai contohnya akan dijelaskan di bawah ini;
Pembabakan Jaman Prasejarah berdasarkan:
A.
GEOLOGI , terdiri dari:
1.
Arkaekum
Jaman tertua, zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta
tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
B.
Paleozoikum
Jaman primer atau jaman hidup tua, jaman ini berlangsung
340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada jaman ini seperti mikro organisme,
ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
C.
Mesozoikum
Jaman sekunder atau jaman hidup pertengahan. Jaman ini
berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada jaman pertengahan jenis reptil
mencapai tingkat yang terbesar, sehingga pada jaman ini sering disebut juga
dengan jaman reptil. Setelah berakhirnya jaman sekunder ini, maka muncul
kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah
sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.
D.
Neozoikum
Jaman hidup baru, jaman ini dibedakan menjadi dua jaman,
yaitu:
1.
Tersier atau jaman ketiga,
Jaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang
terpenting dari jaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui
seperti jenis primata, contohnya kera.
2.
Kuartier atau jaman keempat,
Jaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia
sehingga merupakan jaman terpenting. Dan jaman ini dibagi lagi menjadi dua
jaman yaitu yang disebut dengan jaman Pleistocen dan Holocen. Jaman Pleitocen/Dilluvium
berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Jaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus
berkembang sampai dewasa ini. Pada jaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis
Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.
b.
ARKEOLOGI, terdiri dari:
1.
Zaman Batu.
A.
Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
Zaman ini berlangsung kurang
lebih 600.000 tahun. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sangat lambat
akibatnya keadaan alam yang masih sangat labil dan liar. Alat-alat yang di
gunakan pada zaman ini masih sangat kasar sebab teknik pembuatannya masih sangat
sederhana. Berdasarkan tempat penemuannya, hasi-hasil kebudayaan zaman
batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan ngandong dan
pacitan. Contoh hasil kebudayaannya:
Kebudayaan Ngandong : Kapak
Genggam, alat dari tulang, dan alat serpih (flake)
Kebudayaan Pacitan : Kapak
Gengam, Kapak Perimbas, dan alat serpih
Apabila dilihat dari cara
hidupnya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana.
Pendukung kebudayaan ini adalah Homo
Erectus.
B. Zaman Batu
Tengah (Mesolitikum)
Pada zaman batu tengah (mesolitikum),
alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan.
Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu
makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Sapiens (manusia
sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
C.
Zaman Batu Baru (Neolitikum)
Perkembangan kebudayaan pada
zaman batu muda ini sudah sangat maju daripada zaman-zaman sebelumnya. Hal ini
disebabkan adanya migrasi secara bergelombang penduduk proto melayu dari
Yunnan, Cina Selatan ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Adanya migrasi
ini membawa kebudayaan kapak persegi. Menurut R. Soekmono, kebudayaan
Neolithikum sebagai dasar kebudayaan Indonesia sekarang. Alat-alat yang
digunakan sudah sangat halus pembuatannya karena mereka sudah mengenal teknik
mengasah dan mengupam Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung
kebudayaan ini adalah Homo Sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras
Austromelanosoide (minoritas). Hasil kebudayaannya antara lain kapak persegi
dan kapak lonjong.
D. Zaman Batu Besar ( Megalithikum)
Kebudayaan Megalithikum adalah
kebudayaan yang utamanya menghasilkan bangunan-bangunan monumental yang terbuat
dari batu-batu besar dan masif. Bangunan Megalithik ini digunakan sebagai
sarana pemujaan dan penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Kebudayaan ini
muncul pada zaman Neolithikum dan berkembang luas pada zaman logam.
Hasil-hasil terpenting dari
kebudayaan Megalithikum salah satunya adalah Menhir, yaitu tiang atau tugu batu
yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat. Menhir ini
biasanya digunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang, sebagai tempat
memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal dan sebagai tempat
menampung kedatangan roh. Banyak ditemukan di Pasemah, Sumatra Selatan.
2).
Zaman Logam
Pada zaman ini penduduk di
Nusantara telah mampu mengolah dan melebur logam. Kepandaian ini diperoleh
setelah menerima pengaruh dari kebudayaan Dongson (Vietnam). Hasil-hasil
kebudayaan dari zaman logam berupa nekara, kapak corong, candrasa,bejana perunggu,
arca-arca, gerabah dan benda-benda dari besi.
B.
MANUSIA PURBA
Manusia
purba atau manusia prasejarah adalah manusia yang hidup pada jutaan tahun yang
lalu. Secara umum, manusia purba merupakan manusia yang hidup sebelum tulisan
ditemukan. Karakteristik yang menonjol dari manusia purba adalah mereka hidup
secara nomaden atau hidup berpindah tempat. Hal itu karena mereka masih hidup
yang sangat bergantung dari sumber daya alam. Saat sumber daya alam di kawasan
sekitar mereka sudah habis atau sulit ditemukan, maka mereka akan berpindah ke
wilayah lain. Mereka hidup secara berkelompok sehingga mereka akan mencari
tempat yang baru secara bersama.
Selain
dari letak geografis yang membedakan jenis-jenis manusia purba, perubahan zaman
juga memengaruhi.
Jenis-jenis
manusia purba di Indonesia
Jenis-jenis
manusia purba yang ditemukan di Indonesia diidentifikasi berdasarkan penemuan
fosil di beberapa wilayah seperti Mojokerto, Ngandong, Solo, Pacitan dan
Sangiran. Sebenarnya penemuan manusia purba di Indonesia sudah ada lama sejak
abad ke 18.
Beberapa jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di wilayah Indonesia.
1. Meganthropus Palaeojavanicus
Jenis manusia purba ini ditemukan pada
sekitar tahun 1936 di kawasan Sangiran. Megan=besar, Tropus=manusia,
Paleo=Tertua, Javanicus=dari Jawa. Jenis manusia ini diperkirakan hidup sekitar
satu hingga dua juta tahun yang lalu. Fosil dari manusia Meganthropus ini
adalah manusia yang memiliki tubuh tinggi yang ditemukan oleh arkeolog asal
Belanda, Van Koenigswald.
2. Pithecanthropus Erectus
Jenis-jenis manusia purba selanjutnya adalah
Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan hidup di Indonesia pada satu hingga
dua juta tahun yang lalu. Fosil pertamanya ditemukan pada fosil bagian geraham
di daerah Lembah Bengawan Solo, daerah Trinil. Penemunya ialah Eugene Dubois
tahun 1890.
3. Pithecanthropus Soloensis
Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah
Ngandong, Solo. Diberi nama Pithecanthropus Soloensis karena ditemukan di Solo.
Ciri-ciri manusia purba ini yaitu memiliki tulang belakang menonjol, rahang
bawah yang kuat, hidungnya lebar dan tulang pipi yang kuat serta menonjol.
4. Pithecanthropus Mojokertensis
Tak hanya di Solo, di daerah Mojokerto juga
ditemukan fosil manusia purba. Van Koenigswald kembali menemukan fosil pada
tahun 1939 di Mojokerto, Jawa Timur. Pertama kali ia menemukan fosil manusia
purba yang diperkirakan masih berusia 6 tahun. Lalu tahun 1936, Widenreich
menemukan fosil lagi di kota yang sama.
5. Homo Floresiensis
Menggunakan sebutan ‘homo’ karena pada manusia
purba ini telah memiliki kebiasaan yang hampir mirip dengan manusia modern saat
ini. Mereka telah mengerti berbagai kegiatan dan disebut juga sebagai mahkluk
ekonomi.
Homo Floresiensis ditemukan di Pulau Flores
Nusa Tengara dan diperkirakan hidup 12 ribu tahun yang lalu. Jenis manusia
purba ini telah mampu hidup berdampingan dengan jenis-jenis manusia purba
lainnya. Ciri-ciri manusia purba ini hanya memiliki tinggi badan satu meter,
bentuk dahinya sempit dan tak menonjol, tulang rahangnya menonjol, volume otak
380 cc serta tengkorak kepalanya yang kecil.
6. Homo Wajakensis
Manusia purba Homo Wajakensis hidup di zaman
yang lebih modern dari sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan penemuan peralatan
yang bersamaan dengan fosil ini. Eugene Dubois menemukan fosil Homo Wajakensis
di daerah Campur Darat Tulungagung Jawa Timur.
7. Homo Soloensis
Selain Pitecanthropus (manusia kera), di Solo
juga ditemukan fosil Homo Soloensis. Dikategorikan ‘homo’ karena manusia purba
ini tergolong lebih cerdas. Weidenrich dan Koenigswald menemukannya tahun 1931.
Mereka diperkirakan hidup sekitar 300.000 sampai 900.000 tahun yang lalu.
Ciri-ciri manusia purba ini memiliki volume otak 1000cc hingaa 1300 cc, tinggi badannya mencapai 130 hingga 210 cm, tubuhnya tegap dan memiliki struktur tulang wajah yang tidak mirip dengan manusia kera.
8. Homo Sapiens
|
|
Tahapan Penciptaan Manusia Menurut Agama Islam
Di dalam Al
Quran proses penciptaan manusia terjadi dengan dua tahapan yang berbeda.
Tahapan pertama adalah tahapan primordial dan tahapan kedua adalah tahapan
biologi.
- Tahapan Primordial
Tahapan Pertama adalah saat manusia pertama
diciptakan pertama kali dari saripati tanah dan diberikan ruh hingga bentuk
yang seindah-indahnya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat berikut :
- QS Al An’am (6) : 2
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah,
sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada
pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih
ragu-ragu (tentang berbangkit itu).
- QS Al-Hijr (15) : 28
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Di dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut
menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari bahan dasar tanah yang
kemudian dengan kekuasaan dan hukum-hukumnya dibentuk rupa dan beragam fungsi
dari fisik yang ada dalam tubuh manusia. Hal ini tentunya dilakukan Allah pada
manusia pertama yaitu Nabi Adam SAW. Hingga setelah itu ada proses penciptaan
manusia berupa hukum biologis.
- Tahapan Biologi
Tahapan biologi adalah sunnatullah atau hukum
Allah melalui proses biologis yang terdapat dalam fisik atau tubuh manusia
beserta segala perangkatnya. Proses biologi ini membedakan hakikat manusia menurut islam dengan makhluk lainnya yang tidak memiliki
ruh dan akal untuk mengambil keputusan saat dewasanya. Proses tersebut adalah
sebagai berikut :
- Rahim (tersimpan dalam
tempat yang kokoh)
- Nuthfah (inti sari tanah
yang dijadikan air mani)
- Alaqah (darah yang beku
menggantung di rahim)
- Mudgah (Segumpal daging dan
dibalut dengan tulang belulang)
- Ditiupkan ruh
Allah SWT juga menjelaskan tentang proses
penciptaan manusia secara runtut. Misalnya dalam QS. Al-Mu’minun : 12-14 :
(12) Dan
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari
tanah. (13)Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam
tempat yang kokoh (rahim). (14) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal
darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal
daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus
dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka
Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
Tugas 1. Buatlah ringkasan materi di atas di buku catatan masing-masing sebagai tugas awal pertemuan KD 3.2 (Pertemuan 3).
C. HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN-ZAMAN PRA-SEJARAH
1.
Zaman
paleotikum ( Zaman Batu Tua )
1. Kapak genggam (chopper) atau kapak
parimbas
Kapak genggam (chopper)/ Kapak Parimbas.
Kapak genggam ini ditemukan di Pacitan, Parigi (Sulawesi), Gombong, Sukabumi,
dan Lahat. Di Ngandong di temukan batu-batu indah yang disebut chalcedon dan
alat-alat dari tulang ( bone culture). Alat-alat tersebut ditemukan pada
lapisan Pleistosen atas. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat
penetak/pemotong).
2.
Flakes ( alat serpih )
Alat serpih. Merupakan alat-alat yang terbuat
dari batu pipih yang diasah dan berukuran lebih kecil dari kapak genggam,
berfungsi sebagai alat untuk penusuk ataupun sebagai pisau.
2. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
1.
Kapak Sumatra (peble) = Sumateralith
2.
Flakes (alat serpih) , yaitu alat-alat
kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
3.
Ujung mata panah,
4.
Batu penggilingan (pipisan),
5.
Kapak.
6.
Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung
Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari
Tulang)
7.
Kjokkenmoddinger (Sampah Dapur) Kjokkenmoddinger
adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan
modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah
dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit
kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu/menjadi
fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni
antara Langsa dan Medan. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa
manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Tahun 1925 Dr. P.V. Van
Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya
banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak
genggam Palaeolithikum).
8.
Pebble (kapak genggam Sumatera =
Sumateralith)
Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels
melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya menemukan kapak
genggam. Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan
dengan pebble/kapak genggam Sumatra (Sumatralith) sesuai dengan lokasi
penemuannya yaitu dipulau Sumatra. Bahan-bahan untuk membuat kapak tersebut
berasal batu kali yang di pecah-pecah.
9.
Hachecourt (kapak pendek)
10. Pipisan
1.
Pahat segi panjang
Daerah asal kebudayaan pahat segi panjang ini
meliputi Tiongkok Tengah, daerah Hindia Belakang sampai ke daerah sungai gangga
di India, selanjutnya sebagian besar dari Indonesia, kepulauan Philipina
Formosa, kepulauan Kuril dan Jepang.
2.
Kapak persegi
Kapak Persegi Ukuran
besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul.
Ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.
3.
Kapak bahu
4.
Kapak lonjong
Banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak. Fungsi untuk pacul /cangkul.
4. Megalithikum
(zaman batu besar )
Kebudayaan Megalithikum adalah: Kebudayaan
yang utamanya menghasilkan bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu
besar. Muncul pada zaman Neolithikum & berkembang pada masa logam.
Merupakan perkembangan budaya neolithikum.
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum
adalah sebagai berikut :
A.
Menhir. Fungsi
sebagai tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang.
B. Dolmen
atau Stonehenge, adalah meja batu, Fungsi:
a.
Sebagai tempat sesaji dan pemujaan
kepada roh nenek moyang,
b.
C. Sarkofagus
atau keranda
Sarkofagus
atau keranda yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh
yang diberi tutup. Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali.
Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan
pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.
Fungsi:
Tempat
menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya. Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali.
Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan
pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.
D. Kubur
Batu/Peti Mati
E. Punden
Berundak
Fungsi: Bangunan batu berundak-undak (bertingkat-tingkat) sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.
F. Arca
Batu.
D. Tugas 2. Untuk pertemuan 4.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut di buku catatan/latihan :
1.
Jelaskan 2 diantara pembagian zaman menurut kajian
geologi berikut : Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum ?.
2.
Jelaskan 2 diantara istilah berikut : a. Peleolitihikum, b.
Mesolitikum, c. Neolithikum, d. Megalithikum ?.
3.
Banyak manusia purba yang ditemukan di Indonesia jelaskan 2
diantaranya : Megantropus Paleo Javanicus, Pithcentropus Robustus, Homo Florensis, Homo Wajakensis ?.
4.
Apa yang dimaksud dengan , Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Arca Batu
?.
5. Carilah informasi tentang peninggalan zaman batu di Sumatera Barat (cari informasi di internet, koran), buat penjelasan tentang peninggalan peninggalan tersebut ?.
Proses Penciptaan Manusia Menurut
Islam
“Katakanlah,
‘Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan
hati nurani bagi kalian. (Tatapi) sedikit sekali kalian bersyukur” (QS. Al-Mulk: 23).
Ayat diatas
adalah mengenai bagaimana hakikat penciptaan manusia, Allah menciptakan dan memberikannya
anugerak fisik dan hati nurani. Al-Quran mengatakan bahwa manusia adalah hasil
ciptaan Allah dan anugerah yang diberikan kepada manusia sangatlah banyak
sekali.
Al-Quran
sebagai kitab suci umat islam tidak hanya berbicara mengenai petunjuk praktis
dan prinsip kehidupan umat manusia, namun berbicara juga mengenai proses
penciptaan manusia. Beberapa pandangan ilmuwan menyatakan bahwa manusia bukan
berasal dari penciptaan melainkan proses alamiah dan revolusi. Untuk itu, islam
memiliki kitab suci Al Quran untuk menjelaskan bagaimana proses penciptaan
manusia mulai dari hanya setitik air yang hina hingga berkembang secara
kompleks.
Zaman Sejarah
Pembabakan ini merupakan pembabakan sejarah
pada masa manusia sudah mengenal tulisan. Sebagai contohnya :
“Pembabakan
Sejarah Indonesia”
A. Zaman Kuno
1. Kerajaan-kerajaan tertua
Kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia antara
lain meliputi :
5.
Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan ini terletak di wilayah Jawa Barat.
Sumber Sejarah dari kerajaan ini adalah berupa prasasti antara lain Prasasti
Ciaterum, Kebon Kopi, Jambu, Muara dan Tugu. Sedangkan dari sumber asing
berasal dari berita Cina dari Jaman Dinasti T’ang yang mengatakan bahwa di
Pantai Utara Jawa bagian barat telah ditemukan masyarakat yang telah mendapat
pengaruh Hindu.
6.
Kerajaan Holing
Lokasi kerajaan ini hingga kini belum dapat
dipastikan letaknya. Salah satu sumber sejarah yang menyatakan keberadaan
kerajaan ini adalah berita Cina yang berasal dari Pendeta I-tsing yang
menyatakan bahwa seorang temannya yang bernama Hui-Ning dengan pembantunya Yuki
pergi ke Holing pada tahun 664/665 M untuk mempelajari agama Buddha.
7.
Sriwijaya (dari abad VII sampai
abad ke XIII atau XV)
Kerajaan ini terletak dekat dengan selat
Malaka. Sumber sejarah mengenai kerajaan ini berasal dari seumber asing dan
sumber dalam negeri. Sumber asing salah satunya adalah berasal dari berita Arab
yang mengatakan bahwa banyak pedagang Arab yang melakukan kegiatan perdagangan
di Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan berita dalam negeri salah satunya adalah
Prasasti Kedukan Bukit 648 M, yang mengatakan bahwa Raja Sriwijaya bernama
Dapunta Hyang.
8.
Majapahit ( dari abad IV sampai
abad XV)
Kerjajaan ini terletak di Jawa Timur, adapun
sumber sejarah yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini adalah Prasasti Butak
1294 M, yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah naik tahta. Prasasti ini
memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya
dalam mendirikan Kerajaan.
b). Zaman Baru
1. Aceh, Mataram, Makasar, Ternate/Tidore
(Sejak Abad XVI)
2. Perlawanan Terhadap Imperalisme Barat
(Abad XIX)
Perlawanan terhadap bangsa asing dilakukan
ketika terjadi penetrasi dan masuknya bangsa asing mulai dari Portugis dan
bangsa Belanda. Perlawanan terhadap bangsa Portugis sebagai contohnya dilakukan
oleh Sultan Baabdullah di Ternate pada tahun 1575. Pada awalnya Belanda masuk
ke Indonesia melalui perusahaan dangannya yang bernama VOC pada masa hubungan
yang terjalin adalah hubungan perdangaan, namun sejak dibubarkannya VOC pada
tahun 1799, daerah Indonesia diserahkan kepada Pemerintahan Kerajaan Belanda,
pada masa ini Belanda mulai menanamkan politknya untuk menguasai Indonesia.
Beberapa bentuk peralwanan terhadap Belanda adalah sebagai berikut :
- Perlawanan Sultan Nuku di Tidore
1797-1885
- Perlawanan Patimura 1817
- Perang Padri 1821-1837
- Perang Diponegoro 1825-1830
3. Pergerakan Nasional (Abad XX)
Pada era ini muncul kesadaran untuk merebut
kemerdekaan melalui gerakan-gerakan nasionalisme, setalah selama bertahun-tahun
dikekang oleh penindasan, pemerasan, perampokan, pemerkosaan ataas hak hidup
secara materiil dan moril. Dengan adanya kesadaran ini kemudian melahirkan
berbagai organisasi pergerakan kebangsaan antara lain :
- Budi Utomo (BU)
Organisasin ini didirikan oleh Dr. Sutomo
pada tanggal 20 Mei 1908. Tujuan dari pergerakan BU adalah menjamin dan
mempertahankan kehidupan sebagai suatu bangsa yang terhormat.
- Perhimpunan Indonesia
Organisasi ini didirikan oleh para pemuda
Indonesia yang berada di negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi ini
merupakan oraganisasi yang paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia
dengan cara melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri.
4. Republik Indonesia (Sejak 1945)
Periode ini merupakan periode mendekati
kemerdekaan Indonesia. Bermula dengan terdesaknya kedudukan Jepang dalam Perang
Pasifik, karena Pulau Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat bulan Juli 1944.
hal tersebut merupakan ancaman langsung bagi Jepang, dengan terdesaknya Japang,
maka pada tanggal 9 September 1944 Perdana Menteri Koiso memberikan janji
kemerdekaan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Kekalahan Jepang dalam
Perang Pasifik makin nampak pada tanggal 1 Maret 1945, dengan dibentuknya
BPUPKI. Pada masa jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu, mengakibatkan
terjadinya kekosongan kekuasaan. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh bangsa untuk
memeprsiapkan kemerdekaan. Namun dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat
antara golongan muda dan tua, sehingga berujung pada peristiwa Rengasdengklok.
Namun setelah terjadi kespakatan dan Presiden dibebaskan dari Rengasdengklok
maka dimulai perumusan teks proklamasi di rumah Maeyda. Proklamasi kemudian
dikumandangkan pada 17-08-1945.
5. Reformasi (Sejak 1998)
Gerakan reformasi ini terjadi pada tahun
1998, yang merupakan gerakan pembaharuan dan perubahan terutama perbaikan dalam
bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum. Gerakan reformasi ini ditujukan
kepada Pemerintahan Orde Baru, karena Orde tersebut dinilai tidak berhasil
menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. Adapun agenda dari reformasi tersebut :
- Adili Soeharto dan Kroni-kroninya
- Amandemen UUD 1945
- Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
- Otonomi daerah yang seluas-luasnya
- Supremasi Hukum
- Pemerintahan yang bersih dari KKN
Melalui gerakan reformasi ini pada tanggal 21
Mei 1998, pukul 10:00 Wib di Istana Negara, Presiden Soeharto menyatakan
mengundurkan diri dan menunjuk B.J. Habibe untuk menggantikannya sebagai
presiden.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar